kala…

tau rasanya menyetir 17 jam berdua dengan orang yang kerjanya tidur didalam mobil?

menyebalkan!.. dari 17 jam perjalanan ini 12 jam aku yang menyetir, 5 jam lagi itu juga karena aku kelelahan dan perlu tidur.

lalu di bagian mana indahnya melewati jalur luar kota fikirku, tidak ada.. hanya kebosanan yang masuk dari mata lalu merasuk kekepala ke saraf dan mengartikannya pada bentuk kata j e n u h.

kuputar saja playlist mp3 di player ku, yang ada hanya aku, seorang saudara yang tidur disebelahku, mobilku yang melaju sampai 100km/jam dan beberapa kaleng kopi dan kratingdaeng yang distok dibelakang, oh ya beberapa pringles untuk cemilan juga tentunya.

mengantar diri pada kecepatan, lampu cahaya yang melawan, ac dingin yang menghantam lalu mengantarkan ku pada kesepian.

tapi bukankah kesepian adalah teman baikku? aku berhasil berdansa bersamanya, lalu menari berporakporanda dengannya, menghabiskan waktu ribuan jam dengannya, hanya untuk mengerti akan diri sendiri.

sampai pada satu lagu..lagu kita, lagumu, laguku, lagu rindu yang tertuang-tuang dalam candu

aku ingat aku ambil gitarku, lalu menemanimu memainkannya dari mini pianomu dirumahmu, lalu perlahan kau menyanyi menyendu lah kita pada nada-nada yang bermakna, sesekali tertawa, memberi warna, lalu berpaling menuju refrain kembali ke intro..

aku lupa bagaimana kita berduet memainkannya, tapi yang kutau..

ketika melihatmu saat itu, aku memegang tanganmu dan berkata…aku sayang padamu..kamu diam, menyipu aku memilu

gilanya kita masih kelas 2 smu.

bodoh

dan gilanya itu sudah 6 tahun berlalu.

Denting yang berbunyi dari dinding kamarku
Sadarkan diriku dari lamunan panjang
‘Kan kurasa malam kini semakin larut
Ku masih terjaga

Sayang, kau di mana
Aku ingin bersama
‘Kan kuputus semua untuk tapiskan rindu
Mungkinkah kau di sana merasa yang sama
Seperti dinginku di malam ini

Rintik gerimis mengundang
Kekasih di malam ini
Kita menari dalam rindu yang indah
Sepi kurasa hatiku
Saat ini oh sayangku
Jika kau di sini
Aku tenang

lalu aku terfikir tentangmu, apa kabar kamu, apa baik-baik saja, apa masih memainkan pianomu dengan lincah, apa masih ingin dimanja, apa masih susah makan, apa masih memakai baju california ukuran besar, apa masih suka mencorat-coret buku pelajaranku seperti dulu, atau kita yang telfon-telfonan dari jam 12 malam, saat semua orang sudah tidur, padahal besok juga kita bertemu di sekolah, atau kamu yang kaku saat di bioskop aku menciummu, ciuman pertamamu-ku dan kita…

ah sepertinya tidak, terakhir aku lihat di facebook kau sudah menjadi wanita karir cantik yang sangat dewasa..

tapi terimakasih memberiku cinta pertama…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s