meracau

lalu di balik hingar bingar ini aku kacau meracau

diantara tuts-tuts keyboardku

rasanya aku sudah puas memperkosanya, lalu berhenti dan memulai lagi

rasanya menari-nari diatas a d g h r t y dan kawan-kawannya adalah satu periodik keberuntungan

dibalik padatnya jalanan yang terlihat dari kaca kamar aku masih saja meracau dengan kata perkata di atas keyboardku

ah kamu memang paling setia, dukun paling handal dan cinta paling sejati.

kau mungkin tidak meninggalkan aku karena keadaan, atau menjemput yang lain karena kecewa.

aku utang budi, bukan budi saja, kalau mau aku transfusikan cintaku padamu, menjadikan dunia gelap gulita kita menjadi satu warna-warni yang sedang porak poranda dihajar sunyi yang menikah dengan senyap!

dan aku lagilagi meracau


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s