lorong-lorong sendiri

pada masa yang sama, akan terbentuk harapan yang sama.

namun apa benar bila representasi yang sama dibentuk berlarut-larut dengan nilai waktu yang berbeda akan membentuk makna yang berbeda?

seperti saat kita berada diseputaran yang sama namun seolah mematung dan mendinginkan, bukan hanya mendinginkan lalu membatukan segala bentuk kenangan.

bisa saja, yang tinggal cerita lalu pertinggal waktu yang sudah terlewati dan tidak juga harus meninggalkan apapun.

lalu dilorong-lorong itu aku masih berjalan, perlahan dan dengan cara hati-hati

tidak ingin terganggu dan mengganggu, cukup berterimakasih pada khalik pemberi jalan yang memang terkadang tidak terlalu lurus, kadang berliku, kadang membeku dihantam waktu.

tapi jatuh cinta bisa kapan saja, dan dalam ruang dan waktu yang berbeda.

aku rasa sudah cukup.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s