malam itu di bioskop

Studio XXI aku lupa film apa yang aku tonton, seperti orang yang ingat akan suatu tempat tapi lupa nama jalannya, seperti hobiku tau arah dan bagaimana kesana, tapi aku lupa nama jalannya, bahkan beberapa kali aku sering lupa di cafe mana aku duduk untuk barang menulis atau menyelesaikan tesisku tempo hari.

malu rasanya.

aku ingat duduk ditengah, sendirian, spot yang paling sempurna untuk menikmati film, sendirian.

seperti berada di tengah layar, dengan audio yang tertata sempurna untuk telinga kiri dan telinga kanan, jauh dari orang yang pacaran di sudut-sudut bioskop yang beberapa kali mencuri-curi untuk berciuman, tapi siapa yang pernah seperti mereka, hampir semua yang dimadu cinta pernah.

membawa makanan dari luar adalah hal haram yang paling sering aku lakukan di bioskop dengan memakai tas yang kecil dan terisi oleh beberapa chitato atau minuman yang dibeli dari luar. aku benci popcorn mau rasa manis atau asin, itu makanya aku tidak pernah atau malah jarang sekali membeli  makanan dari bioskop.

film dimulai, seperti realita cintayang dimana-mana ceritanya ya cenderung biasa, mungkin beberapa wanita akan mengagumi film ah bukan mereka akan mengaggumi aktor yang tampan itu, dan aku yang mengkritik jalan cerita yang biasa-biasanya dari hati, aku tidak mengerti. bukan tidak mengerti jalan ceritanya, aku tidak mengerti mereka mengeluarkan biaya besar untuk hal yang biasa-biasa saja.

tidak ada yang berubah, sejam, satu setengah jam, lalu handphone bergetar ada sms darinya.

aku tidak membalasnya, karena aku tidak suka membalas sms, aku tidak suka ym an kalau tidak penting.. kalau ingin berkomunikasi bicara saja, bisa bertemu atau barang menelfon sepuluh atau dua puluh menit, dan aku tau dia mengerti sifat burukku yang satu itu.

jam ke-2, film hampir berakhir.

berakhir ketika aktor wanita mencium aktor pria dan mereka tertawa..

mereka penakut untuk memberi satu faktor ending yang kejam . jadi dibuatlah happy ending agar penonton tidak teriris-iris hatinya.

lalu membaca smsnya…

“aku masih menyayangimu”

ah, kamu seperti aktris yang akhirnya mengalah pada keadaan ketika kehilangan si aktor yang dicintainya. aku tidak membalas sms itu, karena bagiku selesai adalah selesai. aku masih menyayangimu juga, bukan kepalang, sampai-sampai aku masih menungguimu berbulan-bulan melihatmu yang pergi lalu datang dan menghilang, aku tau kau belajar dari siapa.

“aku belajar dari ahlinya” katamu

“ahlinya?” elakku

“apa perlu aku membelikan kaca yang besar agar kamu bisa berkaca” balasmu

aku hanya tersenyum, kecut.. dan semoga kau tidak melihat seberapa kecut itu

kamu belajar dariku yang seperti bertaktik geriliya kadang ya, kadang tidak, kadang ada kadang menghilang, kadang diam seribu bahasa..

tapi siapa yang salah, aku memang terlahir demikian.

ada penari cantik yang bergolek-golek ria diatas panggung

mencederai hatiku yang merindukannya bukan kepalang

kuberi dia bunga, lalu bunga itu dibuangnya dipinggir panggung

kuberi dia cinta, lalu cinta itu diletakkannya di bawah kakinya yang melenggang menari kesana kemari

lalu aku pergi, meninggalkan hati yang patah

dan berbalik dikejar olehnya dengan tarian  yang bermakna menginginkanku kembali..

ah aku rasa sudah..karena aku lupa dimana meletakkan hatiku yang dulu dimana

            lalu perlahan aku membias dan terhempas cahaya dan bayangan sendiri.

*malam ini, tanpa mu, tanpa kita.. apa masih ada kita? aku rasa tidak pernah ada, karena kita tidak pernah memulai apa-apa*

~untukmu wanita yang menghabiskan banyak waktu  denganku tanpa ikatan dan status apa-apa

“I did then what I knew how to do. Now that I know better, I do better.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s