mungkin karena kau mengizinkannya?

“aku tersakiti olehnya”

“dia mendekatiku, lalu kami berdua-duaan”

“tapi esok harinya dia bersama wanita lain”

“hari ini dia mencumbui aku lalu menggodai aku dengan bujuk rayunya”

“tapi esoknya dia menyenggamahi wanita lain yang lebih cantik dariku”

‘hari ini dia mengantarku pulang, lalu mencuri hatiku yang terselip jauh-jauh didalam”

“tapi besoknya dia pergi berlalu dengan wanita yang lebih kurus dariku”

aku mendengarnya, satu persatu. Lingkaran kebenciannya terhadap pria itu sesekali diselipkannya bahasa-bahasa tidak layak seperti tanda seru ketidak sukaannya pada pria itu. ada anjing, bangsat, kurang ajar, liar dan lain sebagainya, ah sederhana sekali lah.

aku masih mendengar curhatannya, sahabatku ini. seperti sedang terbakar api emosi setiap kali menceritakan pria ini.

aku tau dia sangat mencintai pria ini, sebagaimana dia kecewa lalu melampiaskannya pada cerita-cerita menyakitkan yang mendalam, sesekali dia mengisap rokok ditangan kanannya, sesekali dia meminum kopi yang kami pesan, ada kesamaan antara aku dan dia dari dulu. sama-sama sering ngobrol berdua dengan meminum kopi panas, mengisap berbatang-batang rokok di satu cafe tempat kami ngobrol, bedanya aku sekarang sudah tidak merokok, oh ya satu kesamaan lagi kami sama-sama sering patah hati, setidak banyaknya dia lebih banyak lah dariku.

temanku itu cantik, setidaknya akan membuat libido pria normal akan berangsur angsur naik, kalau aku bilang sex appeal nya tinggi sekali, berpendidikan, cantik, ah semualah, sisanya dia terlalu banyak patah hati itu mungkin poin yang membuatnya kurang dimataku. beberapa sahabatku menanyakan apa aku memacarinya, apa aku ada hubungan dengannya.

“dia bukan tipeku” ini jawaban paling singkat antara aku dan dia ketika kami sering ditanya tentang hubungan persahabatan ini.

lalu aku menjawab semua cerocosannya itu, setidaknya ketika biasa cerita aku hanya mendengarnya saja, tidak menambahkan apa-apa. aku tau dia cukup dewasa untuk menyelesaikan masalah, dan ketika dia bercerita panjang lebar, dia berarti butuh teman cerita seorang pria dewasa, bukan teman-teman wanitanya yang menganggapnya adalah musuh paling utama untuk pacar-pacar mereka

“bukankah atas izinmu juga orang masuk kehatimu, lalu memporak porandakannya. lalu kenapa mesti menyalahkannya? salahkan izinmu yang dulu sahabatku”

“tanpa ijinmu dia tidak akan bisa mengambil barang yang kau simpan dan hanya kau yang tau dimana meletakkannya, tak seorang pencuripun tau kalau tuan rumah menyimpan emas di bawah kolong tempat tidur kalau tidak diberitahu”

dia diam-aku diam-kami diam

dua jam berikutnya aku mengancing baju kemejaku, didalam kamarnya, memakai jeansku dan permisi kepadanya yang masih kelelahan diatas tempat tidur menggunakan selimut.

“aku pergi dulu”

“kau juga ingin mengecewakan aku lagi?”

“kau yang mengijinkannya” sambil tersenyum lalu aku berlalu keluar dari kamarnya

*untukmu yang selalu merasa tersakiti*

bukannya kau tersakiti karena kau mengijinkan hatimu untuk terus tersakiti?

“Nobody can go back and start a new beginning, but anyone can start today and make a new ending.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s