H+3

h+3 .. saya semakin seperti dijajah oleh obat-obatan yang pahit ini, rasanya seperti melawan keinginan antara sehat dan benci meminum obat, ah seperti anak kecil saja yang harus dipaksa oleh orang tuanya menghabiskan obat-obatnya. tapi setidaknya setelah sakit saya tau seberapa penting artinya sembuh. sangat penting, penting sekali. hari ini masih berkutat dengan kondisi badan … More H+3

kadang-kadang

lalu seperti ada yang bergerak-gerak meminta minta dan berteriak-teriak di dalam ruang sempit-kecil-dan tertutup aku lupa itu siapa dan aku tempatkan dimana.. sampai akhirnya teriakan itu hilang, aku bahkan kadang lupa pernah mendengar teriakan-teriakan itu. *kadang benar hati tidak selalu harus diikuti*

malam itu di bioskop

Studio XXI aku lupa film apa yang aku tonton, seperti orang yang ingat akan suatu tempat tapi lupa nama jalannya, seperti hobiku tau arah dan bagaimana kesana, tapi aku lupa nama jalannya, bahkan beberapa kali aku sering lupa di cafe mana aku duduk untuk barang menulis atau menyelesaikan tesisku tempo hari. malu rasanya. aku ingat … More malam itu di bioskop

bandung 19:16 280711

aku harus berjuang pulih dari sakitku, setidaknya dalam waktu yang sangat cepat, recoveri itu berlawan-lawan dengan hal yang aku punya. waktu.. aku benci harus menunggu untuk tidak melakukan apa-apa sehari, dua hari, tiga hari, hari keempat aku ingin berlari-lari di trek disabuga atau malah bersepeda ke dago atas. salah! seharusnya aku sudah sembuh, tetapi setelah … More bandung 19:16 280711

Sekarang

Seperti langit yang membiru dilihat dari satelit di bulan, aku mengharu biru memecah mecah rindu yang tak kesampaian padamu

dewiku…

saat utopia perlahan menjadi dystopia saat akar perlahan menggemuruh menuju tanah saat rindu tak tertahankan saat aku disini duduk sendirian menanti datangmu… dewiku..

wanita itu..

aku memegahimu wanita keturunan hawa seperti menuntun kaki bertemu kaki lalu hati bertemu hati aku ingin memilikimu wanita tercantik dari benih terbaik seperti ingin, duduk didepanmu lalu berkata “bersediakah kau menjadi ibu dari anak-anakku nantinya” lalu saat kamu mengangguk, aku percaya melihat masa depanku dimatamu..