memilih…

dan entah mengapa saat ku telah berdua kau menyatakan suka kepadaku?” satu lirikan lagu marcel yang mendalam-dalam hati.

setahun yang lalu, aku giat sekali mendekatimu, memenjarakan perasaanku pada sosokmu, bila nilai 11 adalah nilai lebih dari sempurna, maka bagiku sosokmu adalah nilai 12, bila masih kurang aku beri poin 13 cukup, 14 hanya milik malaikat cinta yang terjatuh ke apocalipse bumi cantik jadi cukuplah itu. sayang cintaku tak terbalas olehmu, perjuanganku sia-sia, 3 dari 4 kali pernyataan sayangku kamu tolak dengan kata tidak, satu lagi dengan tertawa, aku gelisah. seperti di gantung oleh nasib. sampai….. dia datang, lalu pandanganku padamu mulai beralih, aku mengaggumi fisikmu tapi ternyata lebih aku mengagumi ketulusan dan kebaikannya, aku mengagumi kepintaranmu, tapi aku ternyata lebih mengagumi senyum sejuknya. semacam dijajah oleh rasa sayang yang terbalas tulus.

lalu kemarin sore, kamu mengucap sayang padaku. aku seperti sedang diawang-awang, harapanku menjadi kenyataan. seperti bahagia sekali mendapatkanmu, tapi sayang benar kata orang keinginan itu memang berubah seiring waktu. aku tersenyum padamu lalu pergi sambil memegang tangannya. ternyata aku hanya mengagumimu saja, dan aku mencintainya… berlalu melihatmu meneteskan air mata sore itu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s