Aku merasa kacaku yang salah.

Kurasa Kacaku yang Salah.

Kau tau? Ketika perlahan aku sadar bahwa aku bukan hanya ingin menjadikanmu bagian diriku, tapi juga diluar alam sadarku aku ingin membentuk gambaran di kacaku pada dirimu.

Itu kesalahan yang tidak termaafkan olehku sendiri sampai saat ini.

Lalu beriringan waktu dan  roda-roda yang berbulak balik yang keatas dan kebawah memungkinkan kita untuk berfikir lebih jernih dan maju kedepan, memang  tidak untuk membentuk kerangka acuan yang salah, tidak sadar atau mungkin tidak mau sadar. Mungkin.

Bagaimana aku bisa benar-benar akan mencintaimu, bila aku ingin kamu seperti diriku?

Aku hanya mencintai diriku sendiri dan ingin memiliki pasangan dengan karakterisitik diri sendiri dalam sosok seorang wanita, aku menemukanmu, senangnya bukan kepalang, tidak kepalang juga aku sadar bahwa ini kesalahan yang sama. Entahlah  betapa naifnya diri saat itu.

Lalu butuh waktu  waktu tahunan untuk merubah karakter seseorang, butuh kesedihan mendalam, butuh kesepian yang melegakan, butuh ratusan jalan di tengah kesendirian dan ketakutan untuk sadar.

Dan akhirnya aku mengiyakan, dan mengaminkan..

Sayangnya saat tersadar ketika aku menginginkanmu apa adanya, aku telah kehilangan pegangan tanganmu di tanganku….

*Aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama

Sore ini disela-sela menulis laporan untuk meeting besok*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s