wanita berkebaya itu..

Aku mencuri curi pandang pada seorang perempuan..

Perempuan itu manis sekali dengan kebaya pengantinnya- cantik sekali. Aku tak akan membohongi diri lagi dengan kecantikannya, kulitnya yang sawo matang, tubuhnya yang ramping di balut kebaya ungu yang menarik, rambutnya yang lurus dan panjang.

Aku memperhatikannya dari jauh, lalu terbang pada memori kami bertahun-tahun yang lalu.

Saat aku dan dia berpisah di bandara, dia memelukku dan akhirnya menangis, lalu aku hanya memegang tangannya, seperti rela- tidak rela. Dia melanjutkan sekolahnya, dan aku tetap disini,aku masih ingat dia waktu itu memakai baju kaus putih yang kebesaran dan jeans, sambil memegang boneka kecil dariku. Dia bercampur-aduk, bahagia karena beasiswanya diterima, tapi harus sedih karena berpisah dengan pacarnya.

Kita seperti berbalik-balik arah, menikahi jarak lalu lebam olehnya, tak terlawan, jarum jam yang berbeda lalu diikuti dengan kita yang berdiri berdiri berlainan, inginnya menopang malah tenggelam dalam tuduhan satu dengan lain.

Aku masih ingat ketika akhirnya dia berkata..

“relakan aku”…di sudut kota di eropa dan aku di gang cisitu di bandung melalui skype

Aku hanya tersenyum.

Seperti membacakan esaai tentang rasa yang datang-pergi lalu menghilang. Aku merelakan mu kekasih, merajut pelan pelan hidupku tanpamu, menunggu sampai dimana kadar masa kita akan bersama-sama. Aku akhirnya merelakanmu untuk menuntut ilmu dengan jarak ribuan mil kita, entahlah yang kuingat saat itu sudah tidak ada lagi kita. Atau aku masih bersyukur kita berada di bulan dan bintang yang sama. Walau terbitnya sudah berbeda.

“hei, termenung” seorang sahabat menepuk pundakku.

Sambil tersenyum lalu sambil merapikan dasiku, dan membersihkan jasku fikiranku kembali kesaat melihat kamu, sambil kamu yang melirikku dari jauh..dan berkata.

“sayang, ayo acaranya sudah mulai”

Lalu kita berjalan bersama-sama ke altar. Aku duduk disebelah kanan dan kamu disebelah kiriku, sambil memegang tanganmu aku berkata..

Aku mencintaimu calon istriku..

Relakan-relakan saja aku pergi, membenahi kebimbanganku, merajut kembali yang terkoyak, dan bila suatu masa nanti kita bisa bersanding lagi, tolong, jangan lepaskan aku lagi……..

Memainkan lagu relakan aku-jikuistik suatu malam di jakarta.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s