mengagumimu

Hari ke 20 setelah aku memastikan hati untuk mengagumimu, melihatmu pada pada parasmu di zona amanku, melihatmu dari jarak 10 meteran ku, melihatmu turun dari mobilmu dan bersegera pulang kerja kemudian menuju ke parkiran kantormu, hanya untuk sekedar melihatmu berjalan gontai dengan pakaian kantor membawa beberapa kantong pelastik atau kerjaanmu untuk dirumah, melihatmu membenarkan letak kacamatamu, atau membenarkan rambutmu yang cantik dan terurai.

Ini hari ke 20 ketika aku sedikit terlambat dan memarkir mobil tepat disamping mobilmu, tapi tenang, mobilku kuberi kaca film 80%, setidaknya kau takkan sadar dengan keberadaanku,

17.05, lima menit setelah kau keluar dari kantor , seperti biasa kau turun dan menuju mobilmu yang diparkir disamping parkiran lantai 3, dengan plat B 1881 DD, aku menghafalnya ..mati.

17.10 sepuluh menit ketika kau mendekat ke mobilmu, membuka vios hitammu dan memasukkan beberapa pekejaan atau buku buku kantor di tempat duduk belakang mobilmu, kau melirik ke mobilku. Aku terpaku menoleh, aku lupa kalau kaca film mobilku 80% pastinya kau tidak akan melihat secara jelas aku dari dalam mobilku.

Tapi tunggu dulu kau ke mobilku, mengetuk kaca ku berkali..

“turun…turun..” kau mengetuk kacamu berkali-kali, tak disangkal dan akupun tak bisa lari dari keadaan, aku menurunkan kaca mobilku, melihatmu di jarak paling dekat seumur hidupku, 1meteran

aku kaku- terbujur- seperti statue yang-tanpa nyawa.

“lo, ngikutin gw ya? Lo stalkingin gw ya!!” nadamu meninggi

aku diam saja, aku ingin menarik lenganku dan berkenalan denganmu, tapi sayang dia terbujur seperti kena sentrum listrik 250 watt tak bergerak, diam dan aku pun tak tau entah angin timur-barat mana yang menyapa aku menaikan tangan kananku, membuka pintu dan mulutku berujar atau aku sedang di landa topan asmara pertanda bahagia.

“andi” sambil memberi tanganku untuk menyalammu. Tapi sayangnya kau malah masuk kemobilmu, pergi sambil menginjak gas keras-keras pertanda marah. Yasudahlah fikirku.

Ternyata Belum berakhir, kau menunggu didepan parkiran,lalu  aku turun lagi untuk menyapamu di mobilmu.

Aku memberanikan diri mengetuk kaca mobilmu, saat kau menurunkannya aku berkata

“maafin gw , gw yang ngikutin lo 20 hari belakangan, gw yang pernah ngasi bunga di tanggal 23 oktober waktu ulang taun lo, gw yang nelfon no hape lo yang 08528749020  beberapa kali dengan private number dan tidak berkata apa-apa,untuk sekedar mendengar lo baik-baik aja, atau gw yang maksa manggil dokter ke apartemen lo waktu gw denger suara lo serak, dan lo bilang “jangan ganggu gw gw lagi sakit:. maaf gw yang sengaja   dibelakang lo, gw yang 20 hari mengumpulkan kepercayaan untuk mengenal lo, mengumpulkan berjam-jam dikamar mandi untuk berfikir kata apa yang harus gw ucapin untuk kenal sama lo, gw yang kirim beberapa surat bodoh berisi keinginan gw untuk kenalan dan menempelkannya di kaca mobil lo…maaf” kau tak menyahut, hanya tersenyum, pertanda setuju.

Perjuangan itu tidak ada yang sia-sia, kesabaran itu selalu berbuah manis, kesopanan itu selalu memberi hasil yang terbaik, dan yang pasti doa itu pasti ada jawabannya.

Sekarang  nomor 08528749020 uda tercatat di hape gw dengan nama “sayangku”.

Tititiiddd, hapenya berbunyi

“sayang kamu dimana? Aku uda pulang ni, jemput yaa”

“iya sayang, uda di jalan kok..”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s