pandanganku

semalam sore aku ingat sekali…

Aku ingin berlari lari dengan kapasitas diri sendiri, melawan sepi dengan diri, menantang rindu , kadang aku tak mengerti cinta, entah itu buta atau nafsu belaka.

Aku pernah menitipkannya dalam dalam denganmu, lalu kau bawa pergi sambil berlari lari, aku coba mengejar dan menemuimu yang entah ada dimana, siapakah yang salah? Aku atau kita? Atau siapa? Aku juga tidak mengerti apa-apa.

Tidak juga dengan rindu yang dibelit belit oleh kamuflase yang mengeras pada diri lalu menjadi menghilang.

Tapi taukah kau bahwa dibalik harapan yang dulunya terbakar muncul pelanpelan abunya yang selalu membawa harapan hidup baru.

 

suatu malam di satu cafe di setiabudi jakarta

kopi robusta, laptop dan saya sendiri..

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s