malam malam kesepian

aku mengangenimu sampai celah celah nadiku. tau rasanya? mengiris-iris menyakitkan.

yang ada aku tidak bisa berjalan kekanan maupun kekiri, aku tak bisa keutara padahal hatiku diselatan.

sore sepi itu aku memainkan sepotong lagu ang dari gitar kapukku, menadainya perlahan..

jangan letih mencintaiku, janganlah terhenti… jangan lelah, menyayangiku hingga bumi tak bermentari.

aku beradu padu dengan maknanya, semacam diumbar oleh teriknya sinar mata hari pada segelas air es yang siap mencair, lalu bagaimana aku bisa mencair bila rinduku tertanam-tanam lalu membeku seperti fosil padamu.

ingin aku menyanyikan satu ode kegirangan besar padamu, cerita tentang cinta kita yang entah sampai kapan bisa bersama.

sore itu kupegagang tanganmu di lembah siliwangi dari cisitu menuju ganesa 10, di bulan berikutnya aku duduk di satu cafe dijakarta melihat fotomu bersamanya.

aku tidak tau, ini cinta atau tidak…

tapi setiap malam malam kesepianku yang kufikir hanya kamu……


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s