lelakon

melihat mu dari jarak 20 meteranku.

jakarta terik dengan keringat sedikit yang membasahi, ketika aku keluar dari pintu mobilku.

serasa punya ikatan batin dengan seorang wanita di sudut circle-k, memarkir mobil  di loundry sebelahnya. lalu melihatnya lagi memastikan..

apa memang bumi berkobar-kobar pada harapan, tempo hari aku ingin sekali bertemu dengan mu bagaimanapun arahnya, entah aku tidak tau. yang aku inginkan hanya memandangimu, melihatmu baik baik saja. dan menjadikan semacam candu yang meragu pada sengatan sinar matahari sore itu.

aku tempo hari telah kalah, mengalah atau memang aku tidak pernah berjuang lalu kalah, sehingga kamu direbut hatinya olehnya.

wanita itu dengan menggunakan batik, dan celana kerja menggendong anaknya yang kecil siang itu, manis sekali. menggunakan kacamatanya yang dulu. memandanginya, dari jarak 20 meteranku, meragu…ingin menyapa tapi tak ingin. ingin bertanya siapa nama anaknya tapi serasa tidak rela.

semenit-dua menit aku menahan diri, sendiri. meragu-ragu dengan keadaan yang penting dan tak penting dan menyapamu

“hai.. kamu, apa kabar, ini si cantik siapa namanya”

“eh.. ayo kenalan dulu sama om” ujarmu sumringah.

aku curiga.. aku om..atau..

begitu sepewayangan aku dalam ludruk cinta yang berlalu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s