bumi kita…

kau tau arak arakan cahaya di ufuk pada saat meteor menghantam kulit atmosfer bumi?

lalu menghujani nya dengan remah remah yang menggelegar serupa gunung berapi yang berletup letupan seperti muntah karena kekenyangan

aku tak ingin dikurung sepi sendiri lagi disini, sudah bakar saja aku dengan meteor rasamu yang tidak berarah…

lalu biarkan aku berarak arak menuju bumi..

bumi kesendirian tempat cintaku baru saja dimakamkan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s