kau tau?

aku sedang menunggu momen momen menjadi bertubrukan lalu menjadi lebih naif bila momentum tersebut meninggalkan energi yang terasa dalam setiap tumbukan itu.

karena kau tau seberapa aku ingin memilikimu?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s