rindu yang memilu.

rindu?

apa kau pernah merasakannya?

seperti air panas 100an derajat celcius yang terseduh di gelas keramik berisi kopi toraja pahit dan 2 sendok gula.lalu diaduk perlahan menimbulkan aroma kental pertanda masa lalu yang masih berdansa dansa dalam memori.

rindu? aku sulit sekali mengkamuflasekan kata-kata tersebut dengan makna yang lebih ringan, harus berperspektif yang bagaimana sehingga aku menyatakan keinginan bertemu dengan seseorang adalah makna dari rindu.

lalu bagaimana dengan pengertian yang absolut? aku rasa tidak ada yang terlalu absolut di dunia ini. tidak juga dengan keinginan diri sendiri.

atau saat kau tidak pernah memikirkan seseorang namun sayangnya dia berhasil membuatmu bermimpi beberapa hari tentangnya.

atau di pinggir pinggir pantai tempo hari , sambil setengah termenung kau membayangkan dirimu dan kekasihmu berlari lari disuatu tempat di pinggir nya tanpa sadar.

atau begini

mungkin sesederhana, aku berfikir…

“kamu sudah makan belum ya”

yang aku tau rindu itu butuh ruang, yang sempit dimana sampai wajahku bertemu wajahmu dan tangan kita berpegangan.

aku rasa bahkan itu juga belum cukup.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s