topaz #1

wanita itu bersenandung berpilu pada rangkaian kata kata biru, tidak ada yang begitu kelabu mungkin bungkusnya saja yang bewarna abu tragis. tidak kurang tidak lebih.

 

aku berdiri disini dijarak 1o meteran dengan laptop kecilku, tempat aku menulis banyak hal. dan tentu mencari pekerjaan, sudah setengah tahun setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah aku tetap menganggur.

aku curiga menganggur adalah fase paling impoten dalam hidupku selama ini.

aku sudah mengirim banyak sekali lamaran kerja, namun tak satupun berbalas. begitu juga dengan cinta. aku kadang tidak mampu membedakan antara cinta dan pengangguran sebagai suatu virus aktif yang paling hebat menjajah hidupku setahun belakangan ini.

aku punya apa? ijazah yang biasa saja dengan nilai yang biasa biasa saja. modalku dijakarta ini cuma tekad dan nekat. ah yang penting aku bisa makan.

untuk memenuhi kebutuhan aku terkadang bekerja di restoran padang, di tempat uda uda dari padang menjual nasi mereka, hebat, dimana tempat di indonesia ini yang tidak ada nasi padang, mereka seperti sangat berhasil membuat brand jagoan dari nasi padang itu sendiri.

sehari, dua hari, ini jalan 2 minggu aku masih mencari pekerjaan.

#tobe continued

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s