berpersepsi dengan diri sendiri

aku tau, waktu adalah partikel yang paling tidak terlawan didalam hidup ini. tidak, sama sekali tidak terlawan sedikitpun.

dalam beberapa aspek kondisional yang ada aku pun tidak sadar sudah melangkah dan ketinggalan banyak waktu dan berita, bagaimana aku bisa berlari lari kembali mengejar ketertinggalan ku 30 menit yang lalu, entahlah rasanya berkali kali aku seperti menganaktirikan atau mengistri-tuakan waktu.

25 tahun dan baru memulai di kaki pertama.

aku semacam beruntun dihantam masalah yang tidak berujung tidak berakar dan berujung tempo hari, dan baru beberapa bulan lalu juga rasanya aku bertekad memulai semua yang baik yang baru, kota baru, gelar pendidikan baru, pekerjaan yang baru dan semuanya.

yang kutau cita-citaku banyak terlewat, gagal sekolah di luar negri dan sekarang aku tutupi dengan menyelesaikan pendidikan masterku di dalam negri, gagal menikah muda dan aku sedang membangun cita-citaku yang remuk redam itu dengan perlahan, semacam mengumpulkan pecahan-pecahan kaca yang sudah berantakan entah dimana, aku sama sekali tidak ingin dimakan nasib dan masa lalu. Entah aku ingin memperbaikinya dengan menikahi seorang wanita titipan Tuhan secepatnya.

secara finansial mungkin jauh lebih membaik dari pada  ketika aku kuliah, tapi mungkin belum apa apa dibanding engineer berpredikat master yang bergaji dolaran di negri indonesia ini. aku mensyukuri berkatNya dan sedang membakar untuk meloncat lebih tinggi dari pada duduk ditempat yang sama hari per hari.

untuk membalas kegagalanku sekolah ke luar negri, aku sedang menyiapkan diri, mental, finansial dan memperbaiki kemampuan ku belajar untuk bisa menyelesaikan doctoral degreeku secepatnya setidaknya dalam 2 tahun kedepan aku berharap sudah berada di satu apartemen di luar negri dan sedang menyelesaikan papper berisi review penelitian ku..amin

cinta..

entah, terkadang aku tidak mengerti arti cinta, yang kutau sekarang aku mengasihimu kekasih, mengkuatirkanmu bila pulang malam sendirian dari kantormu, mengkuatirkanmu yang terserang flu ketika pulang dari bandung, dan terkadang ketika melihatmu aku seperti melihat masa depanku didalamnya, lalu tempo hari ketika kamu meminta progresku aku seperti kebakaran jenggot, aku seperti menolak tapi dilain fikiran aku sedang berusaha untuk masuk kedalam konstrainku sendiri untuk memperjuangkan itu, apa ada yang salah. aku pun tidak mengerti aku sedang dalam usahaku untuk mewujudkan cita cita kita..berdua.

semoga Tuhan yang sangat baik itu meluruskan niat dan memudahkan jalan untuk berlari lalu berhenti di perhentian yang terbaik bagiku…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s