direstui rindu

Di balik jatuhnya aku pada rentetan waktu yang menggagahi kemampuan diri yang terbatas. Kau tau aku menungguimu seperti cerita tentang batasan tentang sore dan malam? Saat matahari perlahan terbenam dan bulan perlahan terbit, kadang terlambat, kadang bersamaan, kadang kecepatan dan entahlah kadang mungkin tidak berkesudahan. Yang kutau pada saat matahari terlambat tenggelam, aku rasa dia sedang rindu dengan bulan yang selalu mengirimnya untuk tenggelam.

Seperti aku yang rindu kamu yang seringnya menjauhiku….

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s