cinta mustaka

Aku mengidolakanmu seperti gundahan lagu dalam lantunan syair per syair yang kau ceritakan dari mulut manismu, seperti sedang menawan pada satu rentetan yang berbalik balik arahnya terkadang, didepan kaca aku berdiri lalu berbicara pada diri meyakinkan bahwa benar aku sedang mengagumimu, tidak sekali, ada dua atau tiga sampai empat kali aku meyakinkan bahwa pernyataan itu adalah benar adanya.

Cintaku padamu adalah roh yang mendadak merasuk- rasuk ke urat saraf lalu menggeliat di nadi minta dinomor satukan, bercerita tentang lampion lampion harapan yang terbang lalu hilang dihembus angin, bercerita tentang kisah yang tak kunjung satu per satu berhenti pada satu kondisi yang beragam-ragam satuannya.

Aku seperti sedang merasuk pada pemikiran paling dalam, sentosa diri paling serius.

Seperti sedang menggambarkan diriku sama seperti para pujangga yang patah cintanya ditinggal kekasih dan menjadikan cerita kekasihnya tulisan romansa paling indah dataran tanah derita

sama seperti aku berada di tengah hutan kering, kesepian kehilangan bagian hatiku setengahnya…

dirimu…

kau tau?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s