Terjebak nostalgia…

aku terjebak nostalgia sore menjelang malam saat itu…

ini penerbanganku entah kali berapa kemedan, malam dari jakarta untuk menyelesaikan beberapa clausal project, setelah menghubungi pihak rental mobil dimedan untuk menjemputku di bandara polonia akhirnya aku menjejakkan kaki lagi disini…

medan.

kota yang masih penuh nostalgia bagiku, tidak sedingin dan seatraktif bandung, tidak semacet dan secrowded jakarta dan entah..tidak juga aku merindukannya lagi seperti rinduku dulu.

kamu.

adalah alasan paling kuatku untuk mengangkat kaki dari kota ini, tidak berfikir untuk kembali kesini, terbersitpun mungkin adalah hal yang paling tidak mungkin.

Tapi tidak, aku masih tetap dengan fikiranku, setelah kehilanganmu beberapa tahun yang lalu, aku malah jadi ingin menjelajah lebih jauh, aku jadi ingin menjalani lebih banyak kota, aku jadi ingin berkenalan dengan banyak suku, bangsa, wanita, dan yang pasti aku mesti lebih dari fikiranku sendiri.

aku masih ingat malam itu Polonia gelap langitnya dan basah karena hujan yang seperi bersenandung bercerita tentang cinta, ketika aku mendarat… mengambil beberapa alat survey di backpack ku dan menuju baggage claim.

aku sedang sibuk melihat hpku, lalu mengecek beberapa email masuk untuk kebutuhan laporan sore menjelang malam  ini.

mengambil tas laptopku, tas video dan camera lalu tas pack yang berisi baju untuk beberapa hari aku berjalan menuju pintu keluar…

kau datang dan jantungku berdegup kencang
kau buatku terbang melayang
tiada ku sangka getaran ini ada
saat jumpa yang pertama

aku seperti langit yang keruntuhan hujan tiba tiba, seperti matahari yang disegerakan menghilang oleh awan paling gelap sejagat.

malam itu aku melihatmu, berjalan bersama suamimu…

kamu memegang tangannya, manis sekali…dan hebat aku tepat berdiri di belakangmu…

tepat, seperti satu garis lurus antara kamu yang berjalan menjauhiku dan memegang tangannya, dan aku yang berdiri disini dan memegang bagku dan mematung setelah sekian lama menguatkan diri.

seperti masuk dalam satu ruangan yang kosong yang baru diisi oleh memori memori indah tentangmu, tentang 2 tahun lalu kita yang berjalan bersama-sama, tertawa tawa di mana mana, menungguimu tertidur, menjemputmu yang pulang kemaleman, menertawakan kamu yang belajar masak, berdua-kita-yang-jatuh-cintanya…

aku kembali pada setiap detail ingatan tentangmu wanita yang kukagumi hari demi hari

aku kembali pada setiap detail cintaku dullu padamu wanita yang kuberi setengah hatiku

kamu tau? merinduimu itu seperti berpayung di hujan deras, bagaimana mungkin aku tidak terkena basahnya?

yang aku tau kamu tetap sederhana cantiknya

tidak berubah…

sayangku, aku memang tidak mengerti tentang cinta, tapi sekarang aku juga punya dia yang menungguiku ketika berangkat dari sukarno hatta yang membangunkan aku ketika telat pergi bekerja, yang menjadi heboh dan cerewet bila aku telat makannya.

mungkin benar kamu cinta pertamaku dan dia yang kuharap menjadi cinta terakhirku.

aku ingin bahagia melihat mu bahagia dan  tak ingin terjebak oleh angan angan semu yang melayang layang di memoriku.

mengambil telfon dan menghubungi supir yang aku pesan dari jakarta.

tapi saat itu yang kutau aku benci..

medan-hujan rintik rintik dan kamu adalah persepsi paling indah yang pernah aku antarkan ke saraf bermakna kebahagiaan.

seperti jejak yang malah semakin tampak oleh hujan padahal aku sudah lama menguburnya

menulis saat mendengar lagu Raisa-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s