saat jalanku tanpa arah.

saat perlahan jalanku tanpa arah, lalu aku tersesat

aku rasa dari sana maka terlahirlah jiwa jiwa penyendiri yang terbang dari kenyataan yang tak terhadapi

mengalir raga raga yang tanpa arah tujuannya bersama realita dan khayalan yang tak satu orang pun bisa membedakannya

perlahan berjalan  semakin jauh untuk menuju kesendirian

lalu berkumpul di satu satu ruang yang menjadikan ada menjadi tiada

putih menjadi hitam

dan remang remang menjadi gelap gulita

dan kesepian menjadi kawan paling akrab semuka bumi….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s