catatan orator #2

dengung teriakan terkobar dari massa yang bergerak tidak terkendali menuju arah semanggi, kami terkepung.

anak anak kehilangan orator orator yang sudah tertangkap oleh polisi karena dituduh memprovokator, memprovokator apa? mungkin menjelaskan dusta dengan fakta di tahun 2012 sudah disebut prokasi.

kami terpojok. diarah putaran ke semanggi.

mungkin ini disebut takdir, tiba tiba  jelas terlihat ketika aku terus berteriak lantang

“hidupmahasiswa, hidup mahasiswa”

aku terjerembab pada wajahmu, wajah sayu yang terlihat dari jauh ikut berdemonstrasi melawan pemerintah yang coba menggagahi rakyatnya.

terakhir tahun lalu ketika ada pertemuan BEM seindonesia di kampus mu di depok. aku yang tegar melawan dan menulis naskah orator antek antek pemerintah mendadak menjadi kutu busuk paling penakut sejagat raya ketika menyalam dan berkenalan denganmu.

seorang aktivis kampus yang mendadak menjadi pria paling pendiam didepanmu, jatuh cinta? aku sudah gila bila mengatakan iya,dan melawan diriku jika mengatakan tidak.

puisi karya chairil anwar menjadi saksi ketika aku mengingatmu dan menerka wajahmu di malam malam di himpunan dan kamar kosanku.

kamu masih seperti dahulu, cantik, semampai dan dengan jas alamater kuningmu.

“munduur” orator paling depan berteriak ketika polisi menembakkan gas air mata, mataku kesakitan, dan pandanganku menghilang.

menghilang juga wajahmu dari pandanganmu..

ah sial!

bandung jakarta di pusat demonstrasi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s