Saat papua (seharusnya) Merdeka

disana

Anak anak tak mendapat hak dasarnya untuk mengecap pendidikan dengan baik, bila ada itu hanya sebagian kecil dari jumlah masyarakat mereka yang sangat besar yang bisa sekolah sampai bangku perguruan tinggi, atau mendapat gelar master lalu doktor yang menjadi tingkatan pendidikan paling tinggi stratanya

sepertinya,

Perang antar suku dibuat menjadi intern problem agar lupa dengan ekstern yang lebih menggelora, seruan seruan perang, saling panah, korban yang terus berjatuhan dan masalah yang terus tidak selesai menjadi problem yang membungkus dalam dalam problem yang sedang dihadapi.

tidak adilnya pembenanhan infrastruktur dan perhatian akan kesehatan dan pendidikan menjadikan ketimpangan dan dosa besar yang dilakukan oleh pemerintah pusat dengan dalil apapun itu

disana, dipapua

Mereka seperti kelaparan di lumbung padi

Akses pendidikan menjadi barang tersier yang sangat expensive semacam kepemilikan mobil alphard bagi keluarga menengah keatas, butuh climbing untuk mendapatkannya

analogi saya yang berlebihan atau memang itulah kondisi sebenarnya.

Perang dibalas dengan perang, nyawa harus diganti dengan nyawa. kepemimpinan yang membahayakan dibuat diam, pelan pelan pulau luar biasa itu dibuat senyap

Papua yang  notabenenya menghasilkan masyarakat yang cerdas cerdas dan ber-iq tinggin ditekan kepintarannya, jangan Tanya kenapa Indonesia butuh waktu tiga setengah abad untuk mengusir penjajah, perjuangan kemerdekaan benar benar menghasilkan gift yang signifikan setelah banyak golongan golongan cendekiawan yang lahir dimasa pengenalan dan masuknya pendidikan tinggi di Indonesia.

Tidak dinanya, keindahan alam yang berbukit-bukit, alam yang masih perawan, kebun ubi, sumber air yang jernih gunung emas dan mineral yang tertanam sempurna menjadikan papua seharusnya disebut surga di dunia indonesia ini.

namun kondisinya malah berbalik

Beras yang sangat mahal, minyak goreng yang sangat jauh dari harga pasar ketika dibeli di pulaiu jawa. Keterhimpitan ekonomi, keterbatasan pendidikan, kelangkaan minyak, dan masalah sosial lainnya.

mereka seperti anak kandung yang dipelihara oleh ibu tiri

jadi bagian mana yang disebut papua tidak ingin merdeka!

#pendapat pribadi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s