kontemporeri sore sore

saat ini kita berada di zona abu abu, tempat bertukar tempatnya warna putih dan gelap yang saling bertransparasi dari hari ke hari. waktu juga begitu, kadang terharmoni dalam satu lintas peristiwa, beberapanya terdefenisi menjadi satu kejadian yang menjadi memori beberapanya malah dilupakan begitu saja.

tidak banyak yang berubah di negri ini, hanya ditambah beberapa dagelan politik dan banyak nya sinisme sinisme yang menganalogikan diri yang paling benar, figur ketokohan hampir habis di negri ini, Presiden, wakilnya, dan para mentri mulai menunjukkan satu grafik korelasi negatif di mata masyarakat, semua berburu dengan citra dan figur atas nama rakyat, namun kolaborasinya mulai dipertanyakan apakah berbentuk dagelan atau malah kisah tragis seperti babakan tanah jawa.

anak anak semakin hebat dicekoki oleh drama dan sinetron tanpa arah, mereka di buat sibuk dengan figur si anak kaya yang jatuh cinta di sinetron sinetron, dibumbui oleh tayangan cerai kawin artis dan pejabat di televisi. quantum leap mulai di pertanyakan.

cekoki jamu yang pahit untuk generasi muda sekarang, agar mereka menjadi gatot kaca otot kawat tulang baja yang siap memimpin Indonesia suatu saat nanti.

media verbal dan non verbal di pertanyakan eksistensinya untuk mem follow up anak anak untuk menjadi lebih patriotis dan lahir sebagai pejuang, mereka terlalu mudah diberi minuman manis yang mengisyaratkan segalanya bisa dicapai dengan instant, padahal tidak demikian. hidup lebih keras dari yang kita pernah bayangkan. habituasi ini berbahaya untuk kepentingan masyarakat muda kedepannya.

buku buku, pemikiran pemikiran hatta, sukarno, pemikiran pemikiran habibie, naked traveller, buku buku filosofi dan agama dan beberapa penulis yang memotivasi dan membuka ruang baca lebih maju mulai berkurang tempatnya, dan mulai terganti oleh hiburan instant khas anak muda.

life is a race, we must give our best. our very best.

hidup sedemikiannyalah sehingga kita seharusnya lebih kompeten dalam menjalaninya, mempelajari banyak hal, menerima hal baru sebagai tantangan, belajar banyak ilmu, adat istiadat, tutur kata dan bahasa yang menjadikan kita lebih wise dalam bersikap dan berkompetensi sebagai masyarakat muda.

untuk tetap percaya bahwa kita punya tanggung jawab besar di negri yang kita pijak ini

Indonesia.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s