Transportasi yang mau dibawa kemana

transportasi itu semacam sistem saraf yang mengantarkan darah menuju bilik bilik dan tujuannya, begitu pentingnya sebagai tonggak perekonomian dan perdagangan.

namun di sini sayangnya.

kondisinya pemerintah sepertinya setengah setengah hati dalam menyikapi dan membentuk sistem transportasi yang baik, efek langsungnya kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor berkembang menjamur, tidak itu saja pemerintah malah terkesan menyediakan “kuali” besarnya dengan cara membangun jalan, jalan layang, jalan tol baru dimana-mana.

apabila arahnya kita akan memperbaiki sistem transportasi yang ramah, mungkin membangun jalan layang atau jalan baru tidak akan menyelesaikan masalah, mereka hanya akan memindahkan kemacetan dan bottle neck dari satu titik ke titik lain.

pemerintah seharusnya lebih serius mengurusi tumpah ruah kendaraan pribadi di jalanan saat ini, kemudahan dari sistem penjualan dan bisnis banyaknya menguntungkan pihak asing, sedikitinya menguntungkan masyarakat itu sendiri.

kebijakan kebijakan yang “nyeleneh” menjadi kaca bahwa sebenarya pemerintah merepresentasikan “siapa yang bayar” pembangunan jalan baru, pembangunan jalan layang, tol dan non tol dalam kondisinya pasti lebih menguntungkan. tapi bila dirunut secara jeli mungkin kah pembangunan transportasi umum juga memberi feedback nilai yang baik?

transjakarta seharusnya di beri porsi yang lebih besar, dan ditambah dengan moda lainnya, monorel, MRT, atau gondola? menjadi pilihan paling wahid untuk wajah ibu kota yang sudah tidak nyaman lagi dalam beraktifitas. mulai menggalakkan angkutan angkutan umum yang bergerak di daerah sekunder yaitu daerah yang sulit tercapai, sehingga menjadi pilihan yang baik bagi pengguna.

lakukan investasi investasi penting di Infrastruktur penunjang transportasi massal, beri ruang yang lebih kepada pengusaha untuk menggarap transportasi masal dengan cara lebih profesional dan lebih menggigit dalam bersaing, agar masyarakat nantinya bisa punya pilihan dalam memilih.

beri Integrasi yang lebih baik dari satu angkutan ke angkutan lain. sehingga masyarakat memiliki point of view yang tepat dalam bertransportasi.

pertanyaan terbesarnya, untuk blue print yang sudah dari dulu ada, siapa yang berani memulai?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s