semalam itu

sebagian masih mengumpulkan benih benih usahanya secara perlahan lahan, sepanjang malam lalu menuju pagi, sepanjang terik siang yang menembaki kulit dan membakarnya menjadi bewarna hitam.

sebagian berharap pada awan menjadi payung pelindung

sebagian menunggu pagi kegirangan dalam kontemporeri hujan tadi malam

percayalah hidup ini bukan seperti timbangan yang menghasilkan analisis yang tepat

kadang dia tidak tepat, kadang mendekati kadang jauh dari perkiraan.

atau seperti malam yang menggusur sore dan menggagahinya dalam kelam dan kesepian.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s