kita terpelajar seberapa setia pada kata hati.

Ada suatu masa dimana air akan menyublim menjadi bagian gas atau malah membeku menjadi bentuk yang lebih padat yaitu es, ada masa dimana kita bertanya bagaimana kita bisa menjadi bagian dari suatu kesuksesan

tapi kadang dengan usaha belum tentu juga pencapaian pencapaian itu menjadi kenyataan, butuh kepercayaan bahwa kita bisa bahwa kita mampu untuk membentuk rencana dan sketch tersebut menjadi satu bantuk yang lebih nyata.

jika bercermin kadang di bentuk yang lain kita akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masa yang saling berbeda ikatan ikatannya, kadang di bentuk yang lain juga kita juga

seorang teman yang sedang menyelesaikan kuliah s3 mengeluh tentang hidupnya di jepang, bagaimana sulitnya disana. bagaimana kita harus bertumpu pada suatu bagian yang bukan menjadi kebiasaan kita untuk terus hidup dan bergerak. bagaimana kita sulit untuk mencapai suatu pencapaian pencapaian yang lebih besar dari mimpi mimpi itu sendiri. beberapa teman dan termasuk saya menunda semua rencana untuk melanjutkan sekolah s3 untuk mengumpulkan koin rupiah per rupiah setelah tamat tempo hari, semua mulai sibuk, sibuk memikirkan bagaimana membeli mobil dan rumah baru, bagaimana memenuhi kebutuhan teknologi yang sangat memikat, beberapanya memilih untuk travelling di seputaran asia, atau beberapanya sampai ke eropa dan melanjutkan bekerja disana.

didepan cermin dan diri sendiri kadang kita sendiri lupa akan idealis yang terbangun dari pola fikir yang sedari dulu kita bangun menjadi satu kesatuan yang lebih baik, kadang kita lupa bahwa peran kita di maysarakat harusnya lebih memberi goresan yang kokoh.

kita terpelajar cobalah bersetia pada kata hati- pramudya ananta toer

dalam bukunya yang menohok kaum kaum muda yang terpelajar yang mulai materialistis, kita memang membuhkan materi untuk terus berjalan dan bergerak dari satu dimensi ke dimensi lain, namun apakah harus menjadi kapitalis untuk maju dan bersaing secara internasional dengan bangasa bangsa lain? pertanyaan retorik.

dan kelunya lidah menjadi luar biasa untuk menjawab.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s