good night.

belakangan negara ini riwehnya bukan kepalang, satu persatu partai unjuk kebolehan, rintisan rintisan dan pergolakan politik begins, Indonesia kembali seperti dahulu kala

kaum kaum tua tidak mau mengalah, kekuasaan malah menjadi candu yang tidak ada obatnya.

kita malahan seperti kuali yang besar tempat bertemunya racikan masakan untuk menjadikannya satu menu spesial yang disebut nusantara.

tapi sayang racikan yang dipadu oleh sistem politik memberi bumbu yang berlebih, hasilnya malah terlalu pedas, pahit dan kadang tidak mengidentifikasi rasa dengan cara yang benar.

sistem pemerintahan belakangan tetap seperti dulu, adem ayem, yang kuat akan berkuasa, sistem yang menjamur dan mengikat seperti sarang laba laba akan sulit untuk dibongkarnya kebiasaan kebiasaan buruk dengan idiom korupsi, kolusi dan nepotismenya.

kita seperti kereta api tanpa masinis, seperti kapal tanpa nahkoda.

hidup memang menantang, hidup kadang melempar, kadang menampar

tapi hidup terlalu megah untuk diakhiri oleh diri sendiri, bukankah keindahan hidup seringkali ditemukan dalam pilu? -ibuk

 

kita yang muda muda seharusnya berlogis sendiri tentang aritmatika dan statistik permodelan dimana korelasi bangsa ini dalam 10/20 tahun kedepan.

seharusnya lebih menantang, tapi bagaimana suatu kampung bisa maju bila pandawa pandawanya sibuk merantau kekota untuk dapat nasi yang lebih pulen, ikan yang lebih besar dan kayu yang lebih kuat……

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s