dalam diam

sit in silence… 

lalu bagaimana ketika aku melihat awan bergerak berarak arak dari langit timur menuju barat membawa hujan dan banjir di tengah kota jakarta menuju bekasi lalu bogor menjadi kering kerontang, bagaimana lautan membawa ombak dari tengah perutnya menuju sudut paling tepi yang menjadi jarak antara darat dan laut yang dulunya sawah nenek buyut yang sudah tiada. bagaimana angin yang begitu besar membumi ratakan satu kampung yang tadi malam masih berpesta kawin anak kepala desa.

hidup memang sebentar kata orang.

dan dengan persiapan menghadapinya yang lebih sebentar.

terpujilah engkau Pencipta yang tidak tertandingi oleh titik terbesar di semesta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s