cola float-

“aku membencimu!” teriaknya, masih ingat sekali saat itu baru pulang makan pizza, kami berantem hebat. belum juga masuk mobil, seperti sandiwara yang dilihat oleh orang-0rang sekitar, ah apa peduliku asal jangan terjadi apa-apa saja dengannya. “sudah kamu masuk mobil dulu” paksaku “tidak, aku pulang sendiri saja” ini senjatamu yang paling aku benci, mengancam pulang sendiri … More cola float-

kita dan pecahan kaca.

malam ini, saya menyeduh kopi pahit arabica, dan membakar sepuntung rokok menulis di laptop mengingat akan kita saya sedang berusaha mengumpulkan kepingan-kepingan hubungan yang sudah hancur akibat emosi dan amarah. perilaku kita yang tidak menyakiti secara fisik tapi penyerangan secara verbal yang pelan-pelan menghancurkan satu dengan yang lain. tadi pagi kamu bilang, “paku yang sudah … More kita dan pecahan kaca.